<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: INDONESIA : MEMBACA ATAU BUBAR !</title>
	<atom:link href="http://dmrosyid.wordpress.com/2007/08/20/indonesia-membaca-atau-bubar/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://dmrosyid.wordpress.com/2007/08/20/indonesia-membaca-atau-bubar/</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Fri, 27 Nov 2009 11:50:51 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: Ahmad Haes</title>
		<link>http://dmrosyid.wordpress.com/2007/08/20/indonesia-membaca-atau-bubar/#comment-193</link>
		<dc:creator>Ahmad Haes</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 04 Jun 2009 17:28:35 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://dmrosyid.wordpress.com/2007/08/20/indonesia-membaca-atau-bubar/#comment-193</guid>
		<description>Maksud aya tak ada postingan &quot;baru&quot;.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Maksud aya tak ada postingan &#8220;baru&#8221;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Ahmad Haes</title>
		<link>http://dmrosyid.wordpress.com/2007/08/20/indonesia-membaca-atau-bubar/#comment-192</link>
		<dc:creator>Ahmad Haes</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 04 Jun 2009 17:27:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://dmrosyid.wordpress.com/2007/08/20/indonesia-membaca-atau-bubar/#comment-192</guid>
		<description>Kok tak ada postingan bagu?!  Tak ada waktu, atau tak merasa bertanggung-jawab? Atau kerena Indonesia sudah bubar?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kok tak ada postingan bagu?!  Tak ada waktu, atau tak merasa bertanggung-jawab? Atau kerena Indonesia sudah bubar?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: jessica wicitra</title>
		<link>http://dmrosyid.wordpress.com/2007/08/20/indonesia-membaca-atau-bubar/#comment-176</link>
		<dc:creator>jessica wicitra</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Feb 2009 03:39:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://dmrosyid.wordpress.com/2007/08/20/indonesia-membaca-atau-bubar/#comment-176</guid>
		<description>assalamualaikum wr wb
Dalem setuju sanget dengan njenengan,jadi pe-er kita semakin banyak untuk anak-anak penerus bangsa nggih Pak.Saya pun sampai memilih ananda Hamzah berhomeschool agar saya nyata mengajari(dan belajar  tentunya karena nak2 bukan hanya murid tapi juga guru terbaik kita) ananda untuk mencintai &quot;Iqro&#039;&quot;...
Mohon nanti setelah web Hamzah jadi Dalem mohon masukan dari Panjenengan.
Kali ini saya semakin berani kalau Hamzah berhomeschooling...
karena semakin banyak orang pintar menularkan ilmunya dengan sukarela ditengah badai UU BHP yang lulus...
Maturnuwun sanget dalem bisa share dengan njenengan.
Wassalamualaikum wr wb</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>assalamualaikum wr wb<br />
Dalem setuju sanget dengan njenengan,jadi pe-er kita semakin banyak untuk anak-anak penerus bangsa nggih Pak.Saya pun sampai memilih ananda Hamzah berhomeschool agar saya nyata mengajari(dan belajar  tentunya karena nak2 bukan hanya murid tapi juga guru terbaik kita) ananda untuk mencintai &#8220;Iqro&#8217;&#8221;&#8230;<br />
Mohon nanti setelah web Hamzah jadi Dalem mohon masukan dari Panjenengan.<br />
Kali ini saya semakin berani kalau Hamzah berhomeschooling&#8230;<br />
karena semakin banyak orang pintar menularkan ilmunya dengan sukarela ditengah badai UU BHP yang lulus&#8230;<br />
Maturnuwun sanget dalem bisa share dengan njenengan.<br />
Wassalamualaikum wr wb</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: arianto</title>
		<link>http://dmrosyid.wordpress.com/2007/08/20/indonesia-membaca-atau-bubar/#comment-173</link>
		<dc:creator>arianto</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 Jan 2009 06:08:15 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://dmrosyid.wordpress.com/2007/08/20/indonesia-membaca-atau-bubar/#comment-173</guid>
		<description>baru saya sadari di usia yang semakin tua, membaca ternyata mengasyikkan melebihi kenikmatan menonton tv, atau hiburan yang membuat kita terlena :), dengan membaca membuat kita lebih peka, otak kita lebih banyak untuk berpikir dan mencoba untuk mengapresiasikannya dalam kehidupan sehari-hari. matur nuwun sanget pak atas artikel nya, saya senang sekali bisa sampai disini. salam kenal dan sukses untuk anda semua :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>baru saya sadari di usia yang semakin tua, membaca ternyata mengasyikkan melebihi kenikmatan menonton tv, atau hiburan yang membuat kita terlena <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> , dengan membaca membuat kita lebih peka, otak kita lebih banyak untuk berpikir dan mencoba untuk mengapresiasikannya dalam kehidupan sehari-hari. matur nuwun sanget pak atas artikel nya, saya senang sekali bisa sampai disini. salam kenal dan sukses untuk anda semua <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: satubintang</title>
		<link>http://dmrosyid.wordpress.com/2007/08/20/indonesia-membaca-atau-bubar/#comment-139</link>
		<dc:creator>satubintang</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 02 Jan 2008 08:13:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://dmrosyid.wordpress.com/2007/08/20/indonesia-membaca-atau-bubar/#comment-139</guid>
		<description>alhamdulillah
tulisan ini paling tidak semakin memotivasi saya untuk segera menghabiskan buku2 koleksi saya..
hobi beli buku, tapi kecepatan membacanya jauh lebih lambat dibandingkan kecepatan membelinya :D

jzk pak
ayo membaca, dan membudayakan membaca</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>alhamdulillah<br />
tulisan ini paling tidak semakin memotivasi saya untuk segera menghabiskan buku2 koleksi saya..<br />
hobi beli buku, tapi kecepatan membacanya jauh lebih lambat dibandingkan kecepatan membelinya <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>jzk pak<br />
ayo membaca, dan membudayakan membaca</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: wardani eko setyo</title>
		<link>http://dmrosyid.wordpress.com/2007/08/20/indonesia-membaca-atau-bubar/#comment-111</link>
		<dc:creator>wardani eko setyo</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 01 Dec 2007 04:09:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://dmrosyid.wordpress.com/2007/08/20/indonesia-membaca-atau-bubar/#comment-111</guid>
		<description>membaca bagi saya adalah hidup itu sendiri, dengan membaca masuk dalam puncak2 ilmu pengetahuan. ada motivasi baru, gagasan2 yang segar, sepertinya tanpa membaca kita tidak akan banyak belajar, saya orang banyumas yang menjadi guru di tanjungpinang kepulauan riau. bersyukur sekali bertemu dengan ide-ide segar bapak. wassalam.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>membaca bagi saya adalah hidup itu sendiri, dengan membaca masuk dalam puncak2 ilmu pengetahuan. ada motivasi baru, gagasan2 yang segar, sepertinya tanpa membaca kita tidak akan banyak belajar, saya orang banyumas yang menjadi guru di tanjungpinang kepulauan riau. bersyukur sekali bertemu dengan ide-ide segar bapak. wassalam.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: n3n3_42na</title>
		<link>http://dmrosyid.wordpress.com/2007/08/20/indonesia-membaca-atau-bubar/#comment-86</link>
		<dc:creator>n3n3_42na</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Oct 2007 03:57:20 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://dmrosyid.wordpress.com/2007/08/20/indonesia-membaca-atau-bubar/#comment-86</guid>
		<description>Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Saya sependapat dengan apa yg bpk tulis. 
Kebanyakan masyarakat saat ini hampir melupakan budaya membaca. Waktu mereka lebih terforsir untk menonton tv. Yg saya sayangkan, berbagai fasilitas u/ membangun budaya membaca sudah banyak, akan tetapi belum juga ada kesadaran.
Maaf Pak, Lo boleh..ada saran ga untuk mendukung program saya membudayakan membaca sejak dini pada masyarakat di daerah saya yang notabene kurang kondusif untuk menjalankan program tsb.
Terimakasih.
Wassalamu’alaikum. Wr. Wb.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu’alaikum Wr. Wb.<br />
Saya sependapat dengan apa yg bpk tulis.<br />
Kebanyakan masyarakat saat ini hampir melupakan budaya membaca. Waktu mereka lebih terforsir untk menonton tv. Yg saya sayangkan, berbagai fasilitas u/ membangun budaya membaca sudah banyak, akan tetapi belum juga ada kesadaran.<br />
Maaf Pak, Lo boleh..ada saran ga untuk mendukung program saya membudayakan membaca sejak dini pada masyarakat di daerah saya yang notabene kurang kondusif untuk menjalankan program tsb.<br />
Terimakasih.<br />
Wassalamu’alaikum. Wr. Wb.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Ajib Setya Budi</title>
		<link>http://dmrosyid.wordpress.com/2007/08/20/indonesia-membaca-atau-bubar/#comment-82</link>
		<dc:creator>Ajib Setya Budi</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 21 Sep 2007 02:35:33 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://dmrosyid.wordpress.com/2007/08/20/indonesia-membaca-atau-bubar/#comment-82</guid>
		<description>Assalamu&#039;alaikum Wr. Wb.
Mas Dan, di Ramadhan ini saya ingin melanjutkan lagi menanggapi tulisan Anda tentang membaca.
Selain &quot;Kacamata Tuhan&quot; seperti yang saya tulis sebelumnya, dalam membaca yang juga penting dan harus diperhatikan adalah obyek yang harus dibaca. Bila obyek pertama yang harus dibaca itu salah pilih, maka boleh jadi peradaban yang kita bangun hanya mengekor peradaban barat yang telah kita ketahui bersama tingkat kriminalitasnya sangat tinggi. Jadi, meskipun sainteknya maju, tetapi bila menciptakan &quot;neraka kehidupan&quot; bagi bangsa-bangsa lain apa artinya. Dalam al &#039;Alaq ayat 2 dijelaskan bahwa obyek yang harus di baca yang paling utama dan pertama adalah  bahwa &quot;semua manusia itu dicipta Allah dari asal usul yang sama yaitu paduan ovum dan sperma&quot; (kholaqal insana min &#039;alaq). Prinsip dasar inilah yang akhirnya menciptakan revolusi bagi Bilal bin Rabbah (Budak hitam sahabat Rasulullah SAW) yang akhirnya menumbuhkan rasa percaya dirinya (Pede) bahwa pada hakikatnya manusia itu diciptakan dari asal usul yang sama yaitu &#039;alaq. Inilah yang dalam bahasa hukum adanya prinsip &quot;man equal behind the law&quot;. Juga atas dasar prinsip inilah yang mendorong keberanian Nabi Musa (yang hanya berstatus sebagai anak pungut) berhadapan dengan maha raja Fir&#039;aun yang tiranik. 
Selanjutnya tentu kita masih ingat, Bung Karno menyebut kepada bangsa kita sebagai bangsa kuli karena mentalitasnya yang sangat minder warder bila berhadapan  bangsa penjajah. Oleh karena itu, yang harus dibangkitkan atas bangsa Indonesia ini adalah kesadaran bahwa pada hakekatnya semua manusia ini memiliki derajat yang sama. Itulah yang harus benar-benar kita &quot;baca&quot;. Bila kesadaran ini muncul, maka tentu akan menciptakan perubahan yang luar biasa. Anggapan sebagian orang kulit putih bahwa orang kulit berwarna adalah evolusi yang belum selesai harus benar-benar dihilangkan dari kesadaran bangsa ini. Mitos-mitos  dan doktrin-doktrin adanya bangsa pilihan Tuhan (The choosing peole),  kami putra Tuhan (Nahnu abna Allaah), Deutsland uber alles, Nippon pemimpin, pelindung dan cahaya Asia  dalam gerakan 3 A; semua harus dihapus dari kesadaran kita. 
Itulah mungkin sedikit petunjuk yang bisa kita peroleh dari  nasehat surat al &#039;Alaq ayat 1-2 bila kita menghadapi krisis ini dengan pertanyaan :
1. Bagaimana saya harus membaca berbagai persoalan itu ?
2. Apa yang harus saya baca pertama sekali ?
Wallahu&#039;alam bi al shawab.
Selamat menunaikan shaum ramadhan !
Wassalaumu&#039;alaikum Wr. Wb.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alaikum Wr. Wb.<br />
Mas Dan, di Ramadhan ini saya ingin melanjutkan lagi menanggapi tulisan Anda tentang membaca.<br />
Selain &#8220;Kacamata Tuhan&#8221; seperti yang saya tulis sebelumnya, dalam membaca yang juga penting dan harus diperhatikan adalah obyek yang harus dibaca. Bila obyek pertama yang harus dibaca itu salah pilih, maka boleh jadi peradaban yang kita bangun hanya mengekor peradaban barat yang telah kita ketahui bersama tingkat kriminalitasnya sangat tinggi. Jadi, meskipun sainteknya maju, tetapi bila menciptakan &#8220;neraka kehidupan&#8221; bagi bangsa-bangsa lain apa artinya. Dalam al &#8216;Alaq ayat 2 dijelaskan bahwa obyek yang harus di baca yang paling utama dan pertama adalah  bahwa &#8220;semua manusia itu dicipta Allah dari asal usul yang sama yaitu paduan ovum dan sperma&#8221; (kholaqal insana min &#8216;alaq). Prinsip dasar inilah yang akhirnya menciptakan revolusi bagi Bilal bin Rabbah (Budak hitam sahabat Rasulullah SAW) yang akhirnya menumbuhkan rasa percaya dirinya (Pede) bahwa pada hakikatnya manusia itu diciptakan dari asal usul yang sama yaitu &#8216;alaq. Inilah yang dalam bahasa hukum adanya prinsip &#8220;man equal behind the law&#8221;. Juga atas dasar prinsip inilah yang mendorong keberanian Nabi Musa (yang hanya berstatus sebagai anak pungut) berhadapan dengan maha raja Fir&#8217;aun yang tiranik.<br />
Selanjutnya tentu kita masih ingat, Bung Karno menyebut kepada bangsa kita sebagai bangsa kuli karena mentalitasnya yang sangat minder warder bila berhadapan  bangsa penjajah. Oleh karena itu, yang harus dibangkitkan atas bangsa Indonesia ini adalah kesadaran bahwa pada hakekatnya semua manusia ini memiliki derajat yang sama. Itulah yang harus benar-benar kita &#8220;baca&#8221;. Bila kesadaran ini muncul, maka tentu akan menciptakan perubahan yang luar biasa. Anggapan sebagian orang kulit putih bahwa orang kulit berwarna adalah evolusi yang belum selesai harus benar-benar dihilangkan dari kesadaran bangsa ini. Mitos-mitos  dan doktrin-doktrin adanya bangsa pilihan Tuhan (The choosing peole),  kami putra Tuhan (Nahnu abna Allaah), Deutsland uber alles, Nippon pemimpin, pelindung dan cahaya Asia  dalam gerakan 3 A; semua harus dihapus dari kesadaran kita.<br />
Itulah mungkin sedikit petunjuk yang bisa kita peroleh dari  nasehat surat al &#8216;Alaq ayat 1-2 bila kita menghadapi krisis ini dengan pertanyaan :<br />
1. Bagaimana saya harus membaca berbagai persoalan itu ?<br />
2. Apa yang harus saya baca pertama sekali ?<br />
Wallahu&#8217;alam bi al shawab.<br />
Selamat menunaikan shaum ramadhan !<br />
Wassalaumu&#8217;alaikum Wr. Wb.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Imam Mawardi</title>
		<link>http://dmrosyid.wordpress.com/2007/08/20/indonesia-membaca-atau-bubar/#comment-81</link>
		<dc:creator>Imam Mawardi</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 18 Sep 2007 06:43:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://dmrosyid.wordpress.com/2007/08/20/indonesia-membaca-atau-bubar/#comment-81</guid>
		<description>Saya nikamti tulisan jenengan, saling link Pak untuk generasi mBeneh. Jazakumullah ahsanu jaza&#039;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya nikamti tulisan jenengan, saling link Pak untuk generasi mBeneh. Jazakumullah ahsanu jaza&#8217;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: daniel rosyid</title>
		<link>http://dmrosyid.wordpress.com/2007/08/20/indonesia-membaca-atau-bubar/#comment-78</link>
		<dc:creator>daniel rosyid</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Sep 2007 15:41:35 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://dmrosyid.wordpress.com/2007/08/20/indonesia-membaca-atau-bubar/#comment-78</guid>
		<description>Alhamdulillah, terimakasih atas masukan mas Adib, dik Guntar, dan Ajib.
Saya sependapat dengan panjenengan.
Maaf baru jawab sekarang.
Wassalam.
Daniel</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Alhamdulillah, terimakasih atas masukan mas Adib, dik Guntar, dan Ajib.<br />
Saya sependapat dengan panjenengan.<br />
Maaf baru jawab sekarang.<br />
Wassalam.<br />
Daniel</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
