![]()
PENGANTAR KATA
Kuliah di perguruan tinggi boleh jadi merupakan salah satu pengalaman hidup yang terpenting bagimu. Sayang sekali pengalaman ini tidak selalu merupakan pengalaman yang menyenangkan, terkadang justru dapat berubah menjadi salah satu pengalaman tragis seseorang (misalkan kamu terlarut dalam sebuah kegiatan kelompok mahasiswa, dan terseret ikut tawuran, dan akhirnya masuk rumah sakit beberapa minggu!). Dengan strategi kuliah yang tepat, kuliah dapat kamu ubah dari kehidupan yang monoton, dan membosankan menjadi pengalaman hidup penuh tantangan yang paling manis dan berharga.
Di samping membutuhkan dana yang tidak sedikit, kamu yang kuliah juga menghadapi beragam masalah yang unik, berbeda-beda dari satu mahasiswa ke mahasiswa lainnya. Ini disebabkan karena latar belakang sosial-ekonomi yang berbeda, aspirasi, lingkungan belajar di kampus yang berbeda, interaksi lintas budaya, lintas klas-sosial, dan banyak faktor lain yang dapat mempengaruhi kualitas kuliah sebagai sebuah pengalaman hidup.
Masalah yang kamu persepsikan dapat amat beragam. Kamu mungkin menganggap “lulus tidak tepat waktu” sebagai masalah, atau bahkan “lulus tidak cum laude” sebagai masalah bila kamu selama ini selalu juara kelas. Ada lagi kamu yang berpikir bahwa “lulus dengan IP pas-pasan” sebagai masalah, ataupun “Lulus, tapi tidak dapat pekerjaan terlalu lama” sebagai masalah. Semua persepsi masalah ini, bila kamu sadari, memerlukan strategi kuliah yang berbeda-beda.
Menghadapi rangkaian masalah khas yang harus kamu hadapi selama masa kuliah, tentu diperlukan semacam strategi kuliah, agar dalam keterbatasan waktu, dana, tingkat aspirasimu, penyelesaian kuliahmu bukanlah peristiwa yang kebetulan, melainkan suatu keadaan yang sedikit banyak telah kamu antisipasi dan kamu ” rencanakan”.
Dalam buku saku pendek ini, kamu diajak untuk mulai menyadari keberadaanmu di perguruan tinggi, serta mendorongmu untuk mendekati kegiatan kuliahmu sebagai sebuah Proyek Belajar. Selanjutnya dengan teknik Ziel Orientierte Projekt Plannung (ZOPP), kamu dilatih untuk melakukan Analisis Masalah, Analisis Tujuan, Analisis Peran, Analisis Alternatif, dan akhirnya menyusun Matriks Rencana Kuliahmu. Kamu mungkin sengaja untuk merencanakan menyelesaikan kuliah 12 semester (enam tahun) karena harus nyambi kerja mencari tambahan penghasilan sendiri untuk hidup. Beragam strategi akan tersusun oleh beragam mahasiswa dengan aspirasi masalah belajar yang berbeda.
Tanpa kesadaran bahwa kamu sedang menyelesaikan sebuah proyek pribadimu, kamu dapat saja tiba-tiba terlibat dalam kegiatan yang tidak pernah kamu bayangkan sebelumnya, seperti tawuran, atau demonstrasi yang tidak jelas juntrungannya bagimu. Paling parah kamu dapat terjebak dalam penyalahgunaan obat-obat terlarang.
Isu disiplin, menjaga kesehatan, dan manajemen waktu juga disinggung secara implisit. Matriks Rencana Kuliah tersebut diharapkan juga untuk sewaktu-waktu, bila mungkin, dapat dipakai untuk mengajukan Kredit (pinjaman) kepada orangtua atau pamanmu, pihak perbankan, atau mengajukan beasiswa pada Lembaga Beasiswa sehingga kamu dapat kuliah atas biaya sendiri, dan berlatih mandiri dari ketergantungan pada orang tua.
Selamat membaca, dan mempraktekannya !
Surabaya, Juli 2007
Penulis
Daniel Mohammad Rosyid, Ph.D
Ditulis dalam Pendidikan