Oleh: Daniel Rosyid | Juni 20, 2007

Saya Akan Bayar Hutang UI Pada Indonesia

Banyak orang tidak menyangka bahwa saya kemudian memutuskan untuk mengikuti proses pemilihan Rektor UI. Sebagai praktisi dan pengamat pendidikan dan kelautan selama 20 tahun terakhir ini, saya melihat perguruan tinggi Indonesia, terutama UI, telah lalai pada tugas luhurnya : menginspirasikan perubahan, paling tidak di dunia pendidikan, dan terutama Indonesia.sebagai negeri kepulauan.

Saya sudah merasa semakin tua, dan saya merasa membutuhkan ruang pengabdian yang lebih berarti daripada saat ini. Tugas sejarah saya yang penting di ITS rasanya sudah saya tunaikan dengan lumayan baik. Saya pikir, kini saatnya saya berbuat untuk sesuatu yang lebih penting. This is just the right time to make a difference.

Merenungkan reformasi 10 tahun terakhir ini, serta sejarah Indonesia kontemporer, saya mengambil kesimpulan 1) Perguruan tinggi telah gagal mengemban perannya sebagai semacam sistem peringatan dini sosial, ekonomi, dan politik, sehingga perubahan selalu terlalu sedikit dan terlambat untuk efektif dan membuahkan hasil. Perguruan tinggi semakin inward-looking, dan kehilangan relevansinya 2) Dunia pendidikan gagal membangun budaya waktu yang sehat yang dibutuhkan bagi sebuah Negara yang maju. Time indiscipline and insensitivity bangsa ini saya nilai sebagai sebab terpenting keterbelakangan Indonesia dengan dampak yang luas dan merusak. Manusia Indonesia tidak menghargai proses, perencanaan dan sejarah, serta sulit mengapresiasi masa depan. Bangsa ini dengan mudah mentolerir berbagai bentuk penundaan, dan keterlambatan. Time-mismatches terjadi di mana-mana. 3) Pendidikan kita secara sistematik menelantarkan takdir alamiah kita sebagai bangsa bahari, sehingga kemudian para pengambil kebijakan tidak memiliki wawasan dan kompetensi yang dibutuhkan untuk menterjemahkan kekayaan sumberdaya kelautan ini menjadi besaran-besaran budaya, ekonomi, dan politik yang bernilai tambah tinggi. 4) Perguruan tinggi Indonesia mengalami krisis paradigmatik sehingga memerlukan sebuah new business model yang menjamin keberlanjutan finansial sekaligus keunggulan (excellence).

Pembangunan yang hanya berperspektif teknologi dan perikanan saja terbukti tidak cukup. Kita membutuhkan basis saintifik budaya, social, ekonomi, dan politik untuk mengambil manfaat sebesar-besarnya faktor endowment kelautan kita itu. Bahkan, geo-arsitektur Indonesia sebagai kepulauan tropis yang bercirikan Nusantara adalah unik di dunia sehingga mestinya menjadi ladang yang subur bagi pendidikan dan penelitian kelas dunia.

Oleh karena UI menyandang nama Indonesia, pemilihan rektor UI tidak bisa hanya merupakan isu internal UI. Ini adalah isu nasional. Apalagi UI memiliki kapasitas yang dibutuhkan untuk menginspirasikan perubahan pendidikan tinggi yang lebih berpijak pada takdir alamiah bangsa ini sebagai negeri kepulauan. Tidak cukup bila UI hanya sekedar menjadi a world-class enterprising research university yang tidak mengemban misi keindonesiaan. UI seharusnya menjadi cermin intelektualita Indonesia, dan memimpin perubahan pendidikan yang membangun Indonesia yang otentik. Great power brings about great responsibility.

That is how I make sense of this UI’s rector election
: saya akan bayar hutang-hutang UI pada bangsa ini.

daniel-rosyid-ui-memimpin-perubahan.pdf

Silahkan klik link di atas untuk mendownload pemikiran saya atas Universitas Indonesia. (Format file .pdf, ukuran 470 kb.)

Iklan

Responses

  1. maju terus pantang mundur pak.danil rosyid…Tapi kalo udah jadi rektor UI jangan lupa ama ITS yach Pak ^_^… Saya mahasiswa perkapalan semester 8

  2. Pemikiran bapak, pemikiran perubahan, Kami dari ITS tetap mendukung bapak untuk jalan terus.
    Semoga perubahan2 itu akan selalu memberikan kebaikan buat masyarakat Indonesia.

    Tapi pak, perubahan itu tidak harus selalu menduduki suatu jabatan, atau hanya di UI saja kita bisa memlaksanakan perubahan, namun di semua lini kehidupan bangsa ini, yah nelayan bisa, dosen bisa, mahasiswa bisa, karyawan bisa.
    Semoga perubahan yang bapak bawa bisa tersebarkan ke seluruh mahasiswa ITS.

  3. tersebarkan ke seluruh masyarakat Indonesia (kan visinya sudah visi Indonesia lagi)

  4. Sdr. Hairul dan Arul,
    Terimakasih atas komentar Anda.
    Memang, perubahan harus dimulai dari diri sendiri, dari yang kecil, sesegera mungkin.
    Kita tetapkan agenda perubahan pribadi kita, dan bekerja memperjuangkannya. Itu bagian dari tanggungjawab sejarah kita.
    Insan perubahan tidak menunggu orang lain berubah, ia menginspirasikan perubahan.
    Saya harap mahasiswa Indonesia menjadi insan perubahan.
    Wassalam.
    Daniel Rosyid

  5. assalamu alaikum wr wb.
    saya mendukung dan selalu berdoa, semoga Allah swt selalu melapangkan jalan kesuksesan bagi pak Daniel dalam mengemban visi yang mulia demi memajukan pendidikan di Indonesia dan di akhirat nantinya.
    sekali lagi maju terus niat yang baik dan tulus, Allah akan selalu mengiringai-Nya, amin.
    wassalam.
    WIDODO ABe

  6. salam,

    saya Yasser, di Kota Semarang. saya mendukung penuh langkah bapak untuk maju ke pencalonan rektor UI. semoga pemikiran-pemikiran bapak juga bisa menjiwai pemikiran-pemikiran para rektor universitas/sekolah tinggi lain yang ada di Indonesia.
    terima kasih.

  7. Terimakasih, pak Yasser, atas dukungan moril Bapak.
    Best wishes.
    Wassalam.
    Daniel Rosyid

  8. Pak Daniel Quote:

    “UI seharusnya menjadi cermin intelektualita Indonesia, dan memimpin perubahan pendidikan yang membangun Indonesia yang otentik. Great power brings about great responsibility”….

    Pak Daniel, tidak inginkah Bapak untuk merubah setiap kata UI menjadi ITS???…

    Sebagai alumni ITS, saya setuju untuk perubahan dan kebutuhan aktualisasi yang lebih challenging tapi Pekerjaan tidak pernah berakhir Pak…

    Semoga Allah selalu meridhai setiap langkah yang diambil.Amin

    Vivat!

  9. Terimakasih, dear Ewepe.
    Tentu saja ingin ITS mengambil peran sebesar peran yang seharusnya diemban UI.
    Tapi beban sejarah itu terbesar memang terpikul di pundak UI. ITS seharusnya mengambil beban
    sejarah tersebut agar terpikul bersama.
    wassalam.
    Daniel

  10. Pak Daniel,

    Semoga Tuhan memberikan jalan atas hamba-Nya yg berusaha.

    Saya sedang di Oklahoma untuk short course 2 minggu dari perusahaan tempat saya bekerja, Schlumberger, dan kebetulan membuka mailist kelautan.

    Saya respect sekali Bapak mendirikan BHL. Walaupun saya bekerja di perusahaan minyak, saya sangat berkeinginan membuat pembangkit listrik non BBM (air sungai, angin, dll) yg walaupun sudah banyak prototype dari BPPT maupun sudah dibuat di beberapa tempat, tapi belum secara serius dikembangakan di seluruh tanah air. Tapi saya masih terkendala kesempatan dan waktu.

    Semoga BHL bisa mengembangkan produk kelapa bukan hanya untuk produk konsumsi tapi juga untuk alternatif pembangkit energi.

    Regards,
    Bayu, Laut 1993

  11. Surprise banget!!! Pertama kali saya tahu pencalonan Bapak menjadi CaRek UI dari Jawa Pos.. kemudian saya googling dan menemukan blog ini..

    Saya pribadi mendukung langkah Bapak untuk melebarkan sayap pengabdian kepada Bangsa ini, semoga langkah Bapak diridhoi ALLAH..

    Best Regards
    -deeon.its-
    Salam dari temen2 eks ITSRadio
    mereka ikut mendukung langkah Bapak

  12. wah pak daniel jadi rektor ui? bagus pak.. daripada di its gini-gini aja gak memberi peluang dosen dan mahasiswa maju. demo dikit aja kena skors. kalo bapak jadi rektor harus bijaksana. mahasiswa harus diberi kesempatan seluas-luasnya untuk mengembangkan diri, utamanya kehidupan berorganisasi, politik dan bisnis

    seandainya gagal jadi rektor ui bagaimana kalo bapak maju dalam pilrek its? atau maju pilkada? ato menyusul pak nuh menjadi menteri?

  13. jangan tinggalkan its pak!!!
    urus almamater tercinta ibu yang luhur its saja!!!
    almamaterku jaya [????!!!!]

  14. Dear Bayu, Deeon, dan Didit.
    Terimakasih atas komentar Anda.
    Sebenarnya, BHL merupakan upaya saya kembali ke tradisi keluarga saya di Semarang.
    Jadi, kembali ke minyak kelapa.
    Indonesia bisa makmur hanya dengan fokus
    ke produksi minyak kelapa dan derivat2nya, termasuk untuk energi.
    Kita ditipu propaganda asing yang menjadikan
    kita menelantarkan kelapa kita yang berlimpah.

    Terimakasih atas support dan masukan Anda
    untuk kehidupan mahasiswa di UI.
    Wassalam.
    Daniel

    .

  15. Dear Anggarawati,
    Saya belum meninggalkan ITS, dan tidak akan pernah meninggalkan ibu yang luhur ITS.
    Never !
    Terimakasih.
    Daniel Rosyid

  16. semoga hutangnya segera lunas pak!
    ^-^
    tak ada kata lain yang saya bisa sampaikan selain syukur kepada ALLAH SWT.
    sungguh bukanlah keinginan saya dulu duduk kuliah di ITS apalagi di Teknik Kelautan.
    niat untuk bekerja membantu orang tua sudah bulat
    karena saya dilahirkan dari keluarga tak berada di ujung desa lereng Gunung kelud, Blitar.
    namun hawa segar pendidikan dari PMDK Beasiswa tiba menerpa.
    5 tahun spp saya digratiskan oleh ITS,
    dan 500ribu perbulan diberikan kepada saya untuk sekedar hidup di Surabaya.

    namun itu tadi hanya setitik kecil dari rasa syukur saya kepada ALLAH, karena nikmat yang sangat besar sekali saya alami di proses belajar.
    mendapatkan materi kuliah yang sangat bermanfaat, dan juga dosen yang berkualitas.
    pak Daniel salah satunya.
    dan apalagi sekarang pak daniel mulai menunjukkan “prestasinya” dalam dunia pendidikan.
    semangat pak!! maju terus pantang mundur!
    saya dukung pencalonan bapak, demi pengabdian yang lebih luas, dan turut serta menyumbangkan pemecahan problematika bangsa sekarang.

    semoga usaha bapak dapat benar-benar manfaat untuk perubahan bangsa jauh-jauh lebih baik.

    puji syukur selalu terlimpahkan kepadaNYA

    ingat pak ya, semakin tinggi pohon, semakin besar anginnya.

    semoga saya kelak bisa membayar hutang saya kepada ITS.

    yogi pramadhika

  17. Terimakasih Sdr. Yogi.
    Allah swt memberkati Saudara.
    Wassalam.
    Daniel Rosyid

  18. Pak, saya dari Badan Otonom Economica, lembaga Pers Mahasiswa UI, akan menerbitkan koran kampus universitas Indonesia. Oleh karena itu saya meminta izin kepada bapak untuk mengutip beberapa kalimat dari apa yang sudah Bapak tulis untuk kemudian kami jadikan bahan referensi kami untuk penulisan artikel..
    Terimaksih.

  19. Dear P Daniel,
    Senang nemuin blog bapak.
    Semoga sukses Pak.

    Wassalam

  20. Pak Daniel, melihat tulisan bapak saya jadi merasa juga memiliki hutang kepada bangsa ini… Semoga niat tulus bapak mendapat ridho dari-Nya, Amien…

    Salam,
    Dede’ L-2001

    PS: Dan saya lagi mencari cara buat membayar hutang saya pada bangsa ini….

  21. Assalamualaikum

    Saya akan selalu mendukung keinginan bapak ini,,,,
    dan semoga hutang itu cepat terbayarkan

    saya jadi malu pak, karena saya juga kuliah memakai uang negara, tapi sampai detik ini saya belum bisa memberikan kontribusi yang berarti…….

  22. Terimakasih Sdr. Dede, Sdr, Baihaqi, dan Sdr. Semy atas encouragement Anda semua.
    Wassalam,
    Daniel

  23. Assalamu’alaikum mas Daniel.
    Saya teman lama dan hanya ingin mengucapkan :
    Dari Yogya ngedukung Anda, sebab Indonesia sudah terlalu lama dihinakan oleh bangsa lain.
    “Kalau bukan anda siapa lagi”
    “Kalau bukan sekarang kapanlagi”
    “Sekali berarti sudah itu mati”
    Memang kita sebagai muslim tak akan berebut sebagai pimpinan tetai juga ingat jangan sampai orang gila (bisu, tuli dan buta terhadap ajaran Allah) memimpin bangsa ini.
    Tolong sampaikan salam saya kalau ketemu pada mas Dr. M Nuh (menkominfo), dan akhirnya “Jazakallahu khairan katsira”.

  24. ass wr wb yang terhormat bpk daniel selamat berjuang demi generasi masa depan bangsa yg kita cintai ini pendidikan serta pelajaran harus kita tingkatkan bukan hanya di sekolah ataupun di kampus,selamat berjuang mari kita bangun rakyat cerdas dan mandiri. salam kenal dari saya EDY R SH. PIMPINAN LEMBAGA PERLINDUNGAN KONSUMEN NUSANTARA MERDEKA (LPKNM) wasalam


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: