Tentang Saya

Daniel M. Rosyid Sekeluarga

Terlahir dengan nama Daniel Mohammad Rosyid di Klaten, 2 Juli 1961, dalam keluarga Jawa campuran Cina-India. Masa remaja habis sebagian besar di Semarang, hingga lulus dari SMAN I-II Semarang pada tahun 1980. Ayah, Mr. Ibrahim Ibnu Djamhuri, adalah seorang pengacara alumnus Universitas Gadjah Mada (UGM). Ibu, Sri Kartini, guru Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris SKKP di Semarang.

Pendidikan dasar selesai di SD Institut Indonesia, lalu masuk SMPN 2 Semarang. Sehari-hari dipanggil Gandung. Saya aktif di kegiatan Pramuka sejak SD, hingga SMP, setelah itu aktif di OSIS SMAN I-II Semarang. Minat kesenian (baca puisi, drama, musik) juga saya kembangkan sejak SMP, dan fotografi saat di SMA.

Pada awal tahun 1980, saya mendapat beasiswa American Field Service (AFS) untuk pergi ke New Zealand, tetapi tidak saya ambil. Alasan saya, perkuliahan di Institut Teknologi 10 Nopember (ITS) Surabaya sudah dimulai.

Sesungguhnya Ayah menghendaki saya untuk mengambil jurusan Teknik Sipil, Kedokteran atau Akabri. Tetapi saya lebih terinspirasi oleh figur BJ Habibie saat itu. Pilihan pun saya ambil, Fakultas Fakultas Teknik Perkapalan ITS Surabaya. Pilihan yang mungkin aneh karena teman-teman saya lebih suka ke Jakarta, Bandung, Bogor, Jogya, Salatiga, atau memilih tetap di Semarang.

Selama menjadi mahasiswa, saya aktif di berbagai kegiatan kemahasiswaan, baik intra maupun ekstra kampus. Mulai dari Koperasi Mahasiswa (Kopma) ITS, Ikatan Pers Mahasiswa Indonesia, wartawan foto untuk koran mahasiswa ITS “ASPIRASI”, lalu di Badan Permusyawaratan Mahasiswa (BPM) FT, pernah aktif di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), serta sempat memimpin Musholla ITS pada saat ITS belum memiliki masjid kampus.

Sewaktu sebagai Sekum SM FT. Perkapalan, saya mengajak kawan-kawan pengurus SM untuk menerima program Mendiknas Daoed Joesoef Normalisasi Kehidupan Kampus (NKK). Akibatnya dituding berkhianat pada gerakan mahasiswa. Setelah berdebat keras dalam sebuah rapat SM, akhirnya saya memilih mundur dari jabatannya sebagai Sekum SM FT. Perkapalan. Tidak lama kemudian, SM Teknik Perkapalan dibubarkan Rektor ITS.

Menikah sewaktu masih mengerjakan skripsi, dan kemudian lulus dari Jurusan Teknik Perkapalan, Fakultas Teknologi Kelautan ITS pada awal tahun 1986 dengan skripsi berjudul “Penerapan Metode Elemen Hingga pada Persoalan Tegangan 2-D di sekitar Plat Berlubang.” saya pernah –ditolak secara halus untuk menjadi dosen di almamater- tetapi langsung bekerja sebagai Inspektur Mutu Lambung Baja pada Departemen Pengendalian Mutu, Divisi Kapal Perang, PT. PAL Indonesia.

Di sinilah, saya ikut terlibat dalam pembangunan kapal-kapal perang jenis FPB 57, FPB 28, dan juga Kapal-kapal tunda kelas 3500 HP. Pengalaman kerja di industri kapal ini menjadi kelebihan dibanding rekan-rekan yang tidak memiliki pengalaman industri.

Setelah bekerja sekitar dua tahun lebih di PT. PAL Indonesia, pada awal tahun 1988 saya memperoleh kesempatan untuk menjadi dosen di almamaternya.

Tidak lama kemudian, didampingi istri, Ratna Juwita dan dua anak, saya berkesempatan mengambil studi lanjut untuk program M.Phil leading to Ph.D di Dept. of Marine Technology, the University of Newcastle upon Tyne, Inggris. Kesempatan ini terbuka melalui program rekrutmen dosen teknik kelautan di Indonesia “New S1 in Ocean Engineering” yang dibiayai oleh The World Bank.

Setelah sekitar tiga tahun di Newcastle, dengan thesis Ph.D berjudul “Layout Optimization of Force-transmitting Structures” –di bawah bimbingan Prof. John B. Caldwell-, saya berhasil menyelesaikan studi lanjut ini pada tahun 1991, setelah menulis dua paper dalam dua jurnal internasional, dan segera kembali ke Indonesia. Gagasan –gagasan pokok thesis Ph.D –hubungan antara fungsi dan bentuk dalam rancangbangun struktur – ditemukan saat mengikuti Summer School di International School in Mechanical Sciences, di Udine, Italia pada musim panas tahun 1990.

Sebagai Ph.D holder pertama di Fakultas Teknologi Kelautan ITS, sejak 1992, saya diberi berbagai tugas administratif di Fakultas Teknologi Kelautan ITS. Tugasnya terpenting adalah menyiapkan program magister teknologi kelautan secara mandiri bekerjasama dengan BPPT, melalui MSc-Link Programme in Marine Technology. Beberapa tahun kemudian, berdiri program Magister Teknik Kelautan di ITS, serta program persiapan Ph.D-Link Programme in Marine Technology bekerjasama dengan Dept. of Marine Technology, the University of Newcastle upon Tyne. Peserta program Ph.D link ini sebagian besar adalah staf PT.PAL Indonesia. Pada tahun 1999, program doktor teknologi kelautan mandiri pertama di Indonesia berdiri di ITS.

Sejak kembali dari Inggris, saya cukup aktif dalam kegiatan penelitian atas biaya Kantor Menristek (RUT, dan RUK) maupun Ditjen Dikti (Program URGE). Di ITS Daniel mengajar Mekanika Teknik, Riset Operasi dan Optimasi, Analisis Keandalan dan Resiko, serta Metodologi Penelitian. Sementara di Program Magister Administrasi Publik Universitas Hang Tuah, saya menjadi pembina matakuliah Pengelolaan Lingkungan Laut dan Pesisir dengan pendekatan System Dynamics dan Game Theory. Pada tahun 2004, saya bersama beberapa teman lintas fakultas merintis Program Magister Studi Pembangunan di bawah Jurusan Teknik Arsitektur ITS. Di sinilah, saya perkenalkan Mata Kuliah Pemasaran Kawasan (Marketing Places).

Pada tahun 1999, say aterpilih sebagai Ketua Jurusan Teknik Kelautan. Namun tak sampai tiga bulan menduduki jabatan, Rektor ITS waktu itu, Prof. Soegiono, meminta saya membantunya dan menjadi Pembantu Rektor IV ITS. Saat itu pula, saya juga aktif di Indonesian Marketing Association (IMA) Chapter Jawa Timur. Tahun 2001, bersama KADINDA Jatim dan KOPMA ITS, saya merintis program Young Enterprenurs Contest di ITS. Tahun 2002, sebagai dosen pada Jurusan Teknik Kelautan ITS, saya bersama mantan mahasiswa bimbingan saya, Dony Setyawan menulis sebuah buku teks berjudul “Kekuatan Struktur Kapal” yang diterbitkan oleh PT Pradnya Paramita.

Pada tahun 2004, setelah tidak lagi menjabat PR IV ITS, saya menjadi Ketua Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Cabang Surabaya, Ketua Dewan Pendidikan Jawa Timur, dan ditunjuk oleh Rektor ITS sebagai anggota Tim Persiapan ITS PTBHMN. Sejak tahun 2002, saya juga menjadi anggota Dewan Pakar Propinsi Jawa Timur yang memberi masukan bagi Gubernur Jawa Timur. Saya juga aktif pada Komisi Tetap Kebijakan Publik pada Kepengurusan KADINDA Jawa Timur. Kontribusi terbesar bagi KADINDA Jatim adalah pengembangan East Java Integrated Industrial Zone (EJIIZ) (sejak 2004-sekarang) sebagai prakarsa Jawa Timur untuk meningkatkan daya tarik investasi kawasan ini.

Saya juga cukup aktif di lingkungan Muhammadiyah Jawa Timur. Sejak kembali dari Inggris pada awal tahun 1990-an, saya aktif di Majelis Pendidikan Tinggi PWMuhammadiyah Jawa Timur. Saya juga pernah aktif sebagai Ketua Ikatan Wali Murid (IKWAM) SD Muhamamdiyah 4 Pucang, Surabaya. Kemudian, sebagai Tim Ahli Majelis Dikdasmen PWMuhammadiyah Jatim, pada awal tahun 2000-an sya ikut merintis pendirian SD Muhamadiyah 16 Kreatif di Surabaya, sebuah model pendidikan dasar baru berbasis kecerdasan majemuk yang kini dijadikan model nasional pendidikan alternatif oleh Pengurus Pusat Muhammadiyah.

Dalam lima tahun terakhir ini,saya –saat itu mulai aktif sebagai Member of the Royal Institution of Naval Architects (MRINA)- aktif mengembangkan minat di bidang Small Craft Technology (teknologi kapal kecil). Tahun 2002, saya berhasil memberangkatkan 18 mahasiswa ITS untuk mengikuti “The Atlantic Challenge 2002 : International Boatbuilding Festival and Seamanship Contest” di Rockland, Maine, Amerika Serikat. Bekerja bersama seorang antropolog Inggris, Roger Michael Johnson, MA, saya telah mengembangkan beberapa rancangan kapal kayu layar bermotor untuk perikanan (dipakai oleh the Mercy Relief Singapore untuk bantuan 10 unit kapal ikan 17m bagi nelayan NAD), dan kapal penumpang cepat berkapasitas 70 penumpang dari jenis Long and Narrow Trimaran untuk mengatasi alienasi pulau-pulau terpencil, terutama saat musim Barat (di Karimunjawa) atau musim Utara (di Natuna). Dari kegiatan small craft technology ini, bersama Mike Johnson telah terpublikasikan satu paper dalam jurnal internasional RINA “Small Craft Technology” dan artikel pada majalah internasional Maritime Tradition.

Selama tahun 2004-2005, bersama Sirikitsyah menjadi penulis tetap pada rubrik “Cakrawala” pada HU SURYA yang terbit di Jawa Timur. Juga menulis artikel opini untuk KOMPAS, dan Surabaya Post, serta beberapa koran lainnya. Sebagai Sekretaris Jendral Konsorsium Kemitraan Bahari Regional Centre Jawa Timur –sampai tahun 2006- , saya juga telah mengembangkan pelatihan pembuatan perahu, antara lain bagi nelayan pengungsi Alhue Naga di NAD, pengungsi Porong, dan juga bagi pemuda bantaran sungai kali Surabaya. Pernah berkenalan dengan Dr. Kusmayanto Kadiman –saat itu sebagai Sekretaris ITB- juga pernah bekerja sebagai tenaga ahli pada Kementrian Riset dan Teknologi RI sejak 2004, hingga 2006 yang lalu.

Kumpulan artikel CAKRAWALA-nya di SURYA sedang dinilai oleh Group Gramedia Pustaka Utama untuk diterbitkan. Bukunya yang lain “Analisis Resiko dan Keandalan : Sebuah Pengantar” akan diterbitkan oleh Airlangga University Press pada pertengahan 2007 ini. Saat ini, tengah mempersiapkan dua buku lainnya, yaitu “Meneropong Pendidikan Kita”, dan “Pemasaran Kawasan dalam Studi Pembangunan : Teori dan Praktek, dengan beberapa studi kasus”.

Di bidang wirausaha, sejak tahun 1998, melanjutkan bisnis keluarganya di Semarang (yang sudah dirintis almarhum ayahnya sejak tahun 1970-an, mengelola 2 wisma penginapan kecil kelas melati dengan karyawan sebanyak 20 orang. Penghasilan terbesar sekarang justru dari bisnis penginapan ini. Sejak tahun 2005, membidani PT. Teknologi Kapal Kayu Indonesia, sebuah perusahaan yang memfokuskan diri pada perencanaan dan pembuatan kapal-kapal kecil. PT. TKKI saat ini memiliki fasilitas galangan kapal kayu di Probolinggo, dan fokus pada pasar ekspor ke Eropa bekerjasama dengan Francois Vivier, Inc. Mulai tahun 2006, bersama beberapa lulusan Teknik Kimia ITS mengembangkan industri Virgin Coconut Oil dengan merk NUCIFERA melalui CV Biomass Healthy Lestari. NUCIFERA diproduksi dengan teknologi filtrasi membran, tanpa menggunakan panas. Pada April 2007, PT. KUBACA masuk sebagai investor baru dalam industri VCO ini dan bermaksud mengembangkan industri minyak goreng premium. Keterlibatan di industri VCO ini terpahami sebagai ”penerusan tradisi minyak kelapa” yang pernah dirintis oleh almarhum Ayah di Semarang sebagai pengusaha minyak goreng sejak 1970-an hingga pertengahan 1985-an.

Saat ini sebagai Lektor Kepala Gol. IVa, dengan 4 anak- memegang amanah menjadi Kepala Pusat Kelautan LPPM ITS. Anak pertama, Iqbal Ibnu Rusyd, kini kuliah di Jurusan Arsitektur ITS. Anak kedua, Fathimah Rosyid, kuliah di Fakultas Kedokteran UNAIR. Anak ketiga, Aisyah Rosyid, kini duduk di kelas XI SMA Muhammadiyah 2 Surabaya. Anak terakhir, Luqman Ibnu Rusyd, masih duduk di klas VIII, SMPN 19 Surabaya.

Iklan
%d blogger menyukai ini: